Sabtu, 27 Juni 2009

resep kue cinta

RESEP KUE CINTA

BAHAN:
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.

BUMBU:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
(Semuanya diaduk hingga merata dan
mengembang)


Tips:

- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan yang satu terlalu
tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan
- Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi
mutunya terjamin.
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya
bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan
zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap "IMAN, HARAP & KASIH" yang telah memiliki sertifikat
ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

Cara Memasak:

- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat tulus
ikhlas
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata
- Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta merata
sekitar 30 menit di depan penghulu atau pendeta
- Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas
- Kue siap dinikmati

Catatan:

Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat!

Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah" diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.

Selamat mencoba, dijamin halal... ! Selamat menikmati...

(made by 'love' bakery')

Akhwat pemulung

Namanya Ming Ming. Memakai gamis hijau, jilbab lebar dan tas ransel
berwarna hitam, dia memasuki lobi Universitas Pamulang (UNPAM),
Tangerang. Dia adalah mahasiswa semester 1 jurusan akuntansi. Usianya
baru 17 tahun. Dan dia adalah salah satu mahasiswa TERPANDAI di kelasnya.

Saat kelas usai, dia pergi ke perpus. “Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu
saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga.
Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa
memimpin dunia.” Itu asalan Ming Ming kenapa saat istirahat dia lebih
senang ke perpustakaan daripada tempat lain. (keren ya…)

Sore hari setelah kuliah usai, Ming Ming menuju salah satu sudut kampus.
Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan
pengajian bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yang merupakan
salah satu unit kegiatan mahasiswa di UNPAM. Setelah itu, dia bergegas
keluar dari komplek kampus.

Namun dia tidak naik kendaraan untuk pulang. Sambil berjalan, dia
memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yang dia temui di
sepanjang jalan. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km. Selama
berjalan itulah, dengan menggunakan karung plastik, dia memperoleh
banyak plastik untuk dia bawa pulang.

Rumah Ming Ming jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang
adiknya yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana
yang mereka pinjam dari saudara mereka di Kecamatan Rumpin Kabupaten
Bogor. Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai ke rumahnya
Ming Ming menumpang truk. Sopir truk yang lewat, sudah kenal denganya,
sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang. Subhanallah,
setelah truk berhenti dengan tangkas dia naik ke bak belakang lewat sisi
samping yang tinggi itu. (can you imagine it ?)

Ming Ming sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya
mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung
sampah inilah mereka hidup dan Ming Ming kuliah.
Ini adalah cerita nyata yang yang ditayangkan dalam berita MATAHATI di
DAAI TV sore tanggal 26/5/2008. Di Trans TV juga disiarkan hari selasa
beberapa hari sebelumnya, di acara KEJAMNYA DUNIA Sungguh episode yang
membuat bulu kudu kita merinding dan mata kita berkaca-kaca.

1. Astaghfirullah. Gimana bisa kita masih sering mengeluh hanya karena
tabungan ga nambah-nambah?
2. Gila…(sensor) . Bagaimana dia bisa berjalan 10 km perhari? Kita aja
jalan 20 menit ke kantor tiap pagi dan sore sudah merasa capek banget.
Lemah.
3. Subhanallah. Semangatnya itu loh. Kalau dengar dia berkata-kata,
sepertinya tidak ada rasa minder, malu, bahkan dia sangat yakin. Oh
girl, you are so great. Wonderfull.

Source: email dari teman. Semoga bisa menyadarkan kita untuk selalu
bersyukur akan apa yang kita punya.
copasted from a blog http://anied. tehobenk. com/?p=211

Minggu, 21 Juni 2009

blog baru euyyy

pada hari minggu tgl 21 juni 2009..telah tercatat di rekor MURI..sosok irfa rizke annisa telah berhasil membuat blog "FRESHMAKER" hahaha, BERHASIL